Senin, 10 oktober 2016
TUGAS KULIAH
Tugas
Mata kuliah
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
D o s e n
Samsul Anwar MBA
NAMA : Daryono
NPM : 1421074
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER (AMIK)
PROGRAM DIII
INDRAMAYU
2016
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)
Dosen : Samsul Anwar MBA
JAWAB :
ShopKo
menjual pakaian dengan empat siklus produk dalam setahun, satu produk
untuk setiap musim. Ketika ShopKo menghadapi kompetisi serius dengan
perusahaan seperti Gap yang dalam operasinya memiliki siklus produk yang
lebih sering yaitu 2 sampai 3 minggu selalu ada produk baru. Pada tiap
akhir musim (siklus) ShopKo selalu menghadapi dua masalah yaitu :
pertama mengosongkan gudangnya untuk diisi dengan produk baru, kedua
menjual barang-barang kelebihan di gudang dengan meminimalkan kerugian.
Strategi yang dilakukan ShopKo adalah menurunkan harga, strategi ini
ternyata memakan biaya tinggi sejalan dengan bertambahnya siklus per
tahun. Kemudian ShopKo melakukan perubahan system informasinya untuk
membantu mengoptimalkan perusahaan dalam melakukan penurunan harga
sehingga masih memperoleh keuntungan. ShopKo menerapkan Markdown
Optimizer dari Spotlight Solutions.
Pamida
perusahaan yang juga dibeli oleh ShopKo memiliki strategi
mempertahankan tingginya persediaan barang ketimbang berlomba menurunkan
harga, tujuan strategi Pamida adalah memberikan pelanggan barang-barang
yang selalu tersedia seperti yang diiklankan. Walaupun telah menerapkan
strategi tersebut Pamida tetap kekurangan item produk bahkan banayak
produk favorit tersimpan di gudang padahal di rak-rak took produk
tersebut kosong. Solusi Pamida adalah merampingkan 5 gudang menjadi 3
gudang dan membuat manajemen inventori menjadi modern. Tetapi perangkat
lunak inventori untuk gudang tersebut tidak diganti/diperbaharui,
sehingga menimbulkan bottleneck yang serius di gudang-gudang Pamida yang
mengakibatkan pendapatan menurun.
Jadi
jelaslah bahwa memperbaharui system informasi sangatlah penting untuk
meningkatkan daya saing perusahaan dan meningkatkan pendapatan.
JAWAB :
Proyek
pusat distribusi Pamida sangat penting bagi Pamida maupun juga ShopKo,
karena proyek pusat distribusi ini memungkinkan pendistribusian barang
terawasi dengan lebih baik dan teratur. Dengan menutup gudang-gudang
kecil Pamida pusat distribusi ini mempunyai konsep mentransformasi
gudang dari pusat distribusi berciri fasilitas mengalir ( barang-barang
datang di gudang dan segera dikirimkan ke toko-toko ) menjadi berciri
distribusi layanan penuh atau full service ( barang-barang datang
disimpan dulu baru dikirimkan ke toko-toko jika diperlukan )
Faktor-faktor yang menghalangi pusat distribusi sehingga tidak bisa bekerja secara maksimal adalah :
- manajemen : manajemen tidak mengungkapkan masalah-masalah serius dari pusat distribusi, sumber daya yang menipis, tidak memiliki dana, pengunduran diri CEO Pamida Steve Fishman dan CEO ShopKo William Podany
- organisasi : peleburan PM Place dengan Pamida
- teknologi : system informasi yang digunakan Pamida yang sudah ketinggalan jaman atau kadaluwarsa
JAWAB :
ShopKo
menggunakan system informasi yang diperbaharui Markdown Optimizer dari
Spotlight Solutions, yaitu system penurunan harga teroptimasi sehingga
produk akan terjual baik dan memperoleh keuntungan banyak pada setiap
toko. Perangkat lunak ini memampukan perusahaan untuk menentukan harga
produk sesuai musimnya, sifat geografis setempat, sifat kesukaan pembeli
setempat, dan tuntutan pada masa lalu, dengan cara menganalisa data
penjualan dan data histories penetapan harga. Perangkat lunak ini
membantu dalam menjual barang-barang sisa sehingga tersedia tempat di
gudang untuk barang-barang baru untuk siklus selanjutnya.
Pamida
meskipun menggunakan strategi mempertahankan tingginya stock barang
yang bertujuan memberikan pelayanan kepada pelanggan jika ada permintaan
maka tersedia barang yang diminta. Akan tetapi Pamida tidak melakukan
pembaharuan system informasinya yang seperti dikatakan oleh CEO Pamida,
Dan Nicklen bahwa system informasi yang dipakai Pamida tidak fleksibel
lagi untuk menjalankan proses produksi.
Nilai
yang diperoleh ShopKo dengan menerapkan system informasi yang baru
adalah kenaikan 25% dari penjualan barang sisa pada tahun sebelumnya,
pengeluaran gaji karyawan menurun 24%, persentase barang-barang belum
terjual pada akhir siklus telah turun dari 7% menjadi 2%. Salah satu
direktur ShopKo, Paul Burrows menyatakan kenaikan 15% berarti keuntungan
bersih US$ 15 juta.
Sedangkan Pamida 9 bulan pertama menyebabkan ShopKo kehilangan US$ 6,7 juta total pendapatan.
JAWAB :
Dalam
persaingan perusahaan yang makin kompetitif yang harus dilakukan adalah
mempertahankan kualitas produk, empat siklus produk dalam setahun sudah
tepat, pembentukan pusat distribusi, memasang iklan pada media,
menggunakan system informasi yang selalu diperbaharui supaya tidak
ketinggalan jaman atau kadaluwarsa, dengan system informasi yang tepat
diharapkan dapat menganalisis kebutuhan pelanggan berdasarkan sifat
geografis dan kultur setempat misalnya.
Jika
pada Pamida pembentukan pusat strategi diperlukan untuk mengurangi
jumlah gudang, gudang-gudang kecil ditiadakan diganti gudang sebagai
pusat distribusi sehingga memudahkan pendistribusian dan mengurangi
biaya, tujuan strategi Pamida menyediakan barang jika pelanggan
memerlukan adalah baik sekali, akan tetapi harus disertai dengan
perubahan system informasi yang tepat supaya tidak ketinggalan jaman.
JAWAB :
Tantangan
manajemen pada ilustrasi studi kasus ShopKo dan Pamida adalah peranan
sistem informasi manajemen dalam mendukung bisnis. Pada kasus ShopKo
pihak manajemen sangat mengerti bahwa melalui investasi perangkat lunak
system informasi akan dapat mengatasi masalah bisnis yang sedang mereka
hadapi. Pada kasus Pamida pembentukan pusat distribusi yang tidak
diikuti pembaharuan system informasi mengakibatkan kegagalan distribusi
yang juga mengakibatkan kegagalan pendapatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar